ku rindu..
dalam angin aku sampaikan bahwa aku kelabu..
dari malam, aku memberikan kabar bahwa aku menunggu..
syair-syair rindu yang lama termanggu
dalam lamunan..
dalam khayal.
dalam sebuah nyanyian sendu..
dalam doa syahdu..
aku rindu yang merindu
Selasa, 03 April 2012
Rabu, 22 Februari 2012
Definisi Genre Musik Deathcore
DEATHCORE
Walaupun menjadi sub-genre Metalcore, deathcore sangat dipengaruhi oleh aliran death metal modern dalam hal kecepatan, depresi dan pendekatan untuk berhubung dgn kromatik, riff-riff yang berat dan hiruk pikuk (disonansi). Geraman dan teriakan sudah menjadi tradisi yang lazim, sering digabungkan dengan vokal Metalcore. Deathcore banyak memiliki waktu jeda dan riff-riff merdu yang biasa ada di aliran Metalcore.
Vokal
Deathcore lebih sering growl campur scream seram seperti Grindcore, namun ciri khas Deathcore menonjol dengan melakukan teknik slamming. Slamming adalah teknik growling yang berkesan suara babi. Sering disebut "Piggy Sound". Tergantung dari lagu-lagunya, biasanya hanya sekedar "huiiiik" (tanpa lirik).
Gitar
Deathcore terkadang stem gitar dari drop D sampai B (tergantung apresiasi musik itu sendiri). Biasanya tipe ritmik chord-chord pentatonik. Melodinya pun berkarakter, dari yang kromatik biasa sampai arpeggios.
Drum
Hampir semua metal, drumnya selalu memakai double bass. Namun, Deathcore memiliki ciri khas tersendiri dalam teknik drum yang sering disebut blasting. Blasting adalah teknik menghentak snare lebih banyak ketimbang cymbal. Teknik Blasting itu sendiri sering muncul dalam musik-musik jazz.
dan ini sebagian list dari band Deathcore yg ada..
Band ↓ Country ↓ Formed ↓ Notes
The Acacia Strain USA 2001 [1]
A Different Breed of Killer USA 2006 [2]
The Agonist Canada 2004 [3]
All Shall Perish USA 2002 [4]
Animosity USA 2000 [5]
Arsonists Get All the Girls USA 2005 [6]
As Blood Runs Black USA 2004 [7]
Asesino USA 2002 [8]
The Black Dahlia Murder USA 2000 [9]
Rabu, 25 Januari 2012
WAWANCARA
Pewawancara : Bagus Kurniawan
Universitas : Universitas Gunadarma
NPM / Kelas : 51411369 / 1IA11
NPM / Kelas : 51411369 / 1IA11
Narasumber : Iwan
TTL : KLATEN, 15 januari 1972
Pendidikan Terakhir : D-3
Alamat Sekarang : ZAMRUD BLOK I no.134
Agama : ISLAM
TTL : KLATEN, 15 januari 1972
Pendidikan Terakhir : D-3
Alamat Sekarang : ZAMRUD BLOK I no.134
Agama : ISLAM
wawancara sebagai berikut :
Saya : Dari daerah atau kota manakan anda berasal?
Narasumber :Saya berasal dari kota Klaten, Jawa Tengah
Saya : Mengapa anda meninggalkan kampung halaman anda?
Narasumber : Saya meninggalkan kampung halaman, karena ingin melanjutkan menuntut ilmu di ibu kota
Saya : Sejak kapan anda meninggalkan kampung halaman (merantau)?
Narasumber : Kalau tidak salah saya merantau dari sejak tahun 1988
Saya :Mungkin selain alasan tadi adakah alasan lain yang membuat anda untuk meninggalkan kampung halaman?
Narasumber : Ya , tentu saja ada. Salah satu alasan lainnya ialah saya ingin membuat orang tua saya disana bahagia, saya ingin membuktikan kepada saudara saudara saya kalo saya adalah orang yang pekerja keras.
Saya : Dikota manakah yang anda datangi setelah anda meninggalkan kampung halaman?
Narasumber : Di kota bandung
Saya : Apa kegiatan pertama kali anda setelah anda sampai di kota bandung?
Narasumber : Kegiatan pertama saya adalah mencari PTN yang lumayan bagus. Dan Alhamdulillah saya di terima di ITB
Saya : Anda melanjutkan pendidikan dimana , dan adakah kejadian yang tidak terlupakan oleh anda?
Narasumber : Saya melanjutkan pendidikan terakhir di Institut Teknologi Bandung. Tentu saja ada, yaitu memiliki teman baru, saya bisa bergaul dengan kawan – kawan dari berbagai daerah dan bahasa serta kebudayaan yang berbeda pula.
Saya : Jurusan apa yang anda ambil di ITB dan sampai jenjang apa?
Narasumber : Jurusan Teknik Elektro sampai D-3
Saya : Setelah lulus, apa yang anda lakukan?
Narasumber : Saya mencari pekerjaan, dan Alhamdulillah saya mendapatkan pekerjaan di PT TELKOM. Dan penghasilan yang saya dapat di tempat kerja pertama cukup lumayan untuk kedihupan sehari-hari, juga bisa untuk mengirimkan uang ke kampung halaman.
Saya : Apa alasan anda memilih pekerjaan di PT TELKOM ?
Narasumber : Karena cocok dengan ilmu yang saya dapat sewaktu saya berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) yaitu di jurusan Teknik Elektro.
Saya : Adakah perbedaan di kampung halaman anda dengan di kota yang anda tinggali sekarang?
Narasumber : Tentu saja ada, contohnya dalam acara perkawinan, dialog sehari-hari (dikampung halaman cenderung menggunakan bahasa jawa), dalam kehidupan bermasyarakat dikota besar terlihat individual, sedangkan di kampung halaman solidaritasnya tinggi.
Saya : Apakah visi dan misi anda ketika meninggalkan kampung halaman?
Narasumber : Visi dan misi saya adalah untuk meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik dan sukses.
Saya : Apakah sumber daya disini melebihi di kampung halaman anda?
Narasumber : Ya tentu saja, karena di ibu kota kita bisa mengembangkan karier sampai yang kita inginkan.
Saya : Adakah cita-cita anda yang sudah tercapai?
Narasumber : Ada yaitu memiliki kehidupan yang mapan. Saya mendapatkan jodoh di Jakarta, tetapi saya menikahnya di kampung halaman. Dan sekarang saya sudah berkeluarga dan memiliki 2 orang anak, itu membuat saya sangat bahagia.
Saya : Sebelumnya saya minta maaf jika menyinggung perasaan anda, daerah mana yang anda inginkan sebagai tempat peristirahatan terakhir anda?
Narasumber : Mungkin daerah yang saya inginkan adalah Jawa Tengah, karena itu adalah tempat kelahiran saya.
Selasa, 06 Desember 2011
TABEL MASA DEPAN
2011 | Saya kuliah dan berusaha untuk mendapat nilai yang memuaskan di universitas yang saya jalani sekarang. |
2015 | Saya lulus S1 (sarjana) Teknik Informatika dengan gelar “ST”. dan saya harus segera mencari pekerjaan yang layak dan insyaallah bekerja di perusahaan ternama di Indonesia. Agar bisa mencukupi kebutuhan diri sendiri dan kedua orang tua. |
2022 | Saya ingin memiliki rumah pribadi terutama bagi kedua orang tua saya, rumah yang besar dan mewah tapi lengkap dengan fasilitasnya. |
2023 | Saya menikah dan sudah berumah tangga. Memilliki istri yang soleha, cantik di dalam maupun cantik diluar. pintar memasak, pintar merawat diri dan merawat suami. |
2026 | Saya ingin menjadi seorang manager di perusahaan terbesar dan ternama di Indonesia. |
2032 | Saya ingin memberangkatkan haji untuk kedua orang tua saya. |
2034 - dst | Saya ingin menjadi orang yang lebih sukses dan menjadi orang IT yang terkenal di seluruh Indonesia |
Senin, 17 Oktober 2011
ARTIKEL MOTIVASI
Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing.
Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan. Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus “puasa”. Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus “berpuasa”. Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya “kantor” yang tetap, apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia, namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri.
Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri ke sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya. Kita lihat burung tetap optimis akan rizki yang dijanjikan Allah.
Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya. Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada diatas dan dilain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kelebihan dan di lain waktu kekurangan. Suatu waktu kekenyangan dan dilain waktu kelaparan.
Sekarang marilah kita lihat hewan yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga. Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati. Tapi kita lihat, dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari rizki. Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan kepalanya ke batu.
Sekarang kita lihat manusia. Kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih.
Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung atau cacing?
Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi?
Padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa.
Rupa-rupanya kita perlu banyak belajar dari burung dan cacing.
http://safruddin.wordpress.com/2007/10/27/antara-burung-cacing-dan-manusia/
Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi?
Padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa.
Rupa-rupanya kita perlu banyak belajar dari burung dan cacing.
http://safruddin.wordpress.com/2007/10/27/antara-burung-cacing-dan-manusia/
Minggu, 14 Agustus 2011
About me
Selamat datang di blog saya, pertama saya memperkenalkan diri dulu : nama saya BAGUS KURNIAWAN, lahir di JAKARTA tanggal 22 AGUSTUS 1993, saya tinggal di bekasi timur tepatnya di perumahan Jatimulya, status saya sekarang adalah sebagai pelajar Mahasiswa di universitas GUNADARMA jurusan TEKNIK INFORMATIKA fakultas TEKNOLOGI INDUSTRI tempat lokasinya di depok, kelas 1IA11, NPM saya 51411369.
Terima Kasih.
Terima Kasih.
Langganan:
Postingan (Atom)